• (0271)-634634
  • rsmoewardi@jatengprov.go.id
  • Tidak diketahui
  • 2013-11-18
  • lombok

AUDIT KEPERAWATAN RSUD Dr.Moewardi


AUDIT KEPERAWATAN RSUD Dr.Moewardi

By. Sub Mutu Klinis Asuhan Keperawatan

Komite Keperawatan RSUD Dr. Moewardi

ABSTRAK

LATAR BELAKANG

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi menyadari pentingnya upaya mengelola kinerja mutu pelayanan keperawatan (care performance) sebagai bagian dari upaya mewujudkan akuntabilitas sebagai Pusat Rujukan Nasional. Care performance management tersebut dilakukan antara-lain dengan menyusun pedoman pelayanan keperawatan (clinical guidelines) termasuk dalam bentuk clinical pathways sesuai dengan evidence based medicine (EBM), menetapkan-memonitor-mengevaluasi indikator keperawatan, serta melakukan audit keperawatan (nursing audit).

Sesuai dengan Undang-Undang Rumah Sakit dan standar akreditasi KARS yang telah mengharuskan dilaksanakannya kegiatan audit keperawatan maka audit keperawatan juga telah mulai digunakan oleh RSUD Dr. Moewardi sebagai salah satu alat pembelajaran dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan (clinical care) termasuk di dalamnya pelayanan medik (medical care).

audit meliputi 8 topik yaitu asuhan keperawatan nyeri pada pasien acute miocard infark, risiko infeksi pada pasien ca mamae, asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan preeklamsi berat, kurang volume cairan pada diare, gangguan perfusi jaringan cerebral pada stroke non hemoragik, resiko tinggi infeksi pada pasien sepsis, bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien tb paru dan nyeri pada pasien cedera kepala ringan. hasil audit dikatakan baik bila hasil nya di atas 80%, hasil audit dikatakan tidak baik bila hasil nya kurang dari 80%

TUJUAN:

Menyusun topik dan instrumen audit tahun 2013, melaksanakan audit kesesuaian antara standar pelayanan berbasis bukti (EBM) dengan pelayanan yang diberikan oleh RSUD Dr. Moewardi mengevaluasi kesenjangan yang ada serta menyusun rencana perbaikan, melaksanaan upaya perbaikan.

BAHAN DAN METODE :

Audit ini dilakukan dengan metode retrospektif, pengambilan sampel dengan purposive dan random sampling. Timja telah menetapkan 6-8 kriteria audit untuk setiap topik. Data yang diambil berasal dari rekam medik pasien Januari s.d. Mei 2013.

HASIL :

Kriteria yang mencapai 100% yaitu Tanda vital dalam batas normal dalam waktu 1x24 jam, Anamnesa tentang derajat nyeri pada pasien cedera kepala, Pengkajian intake dan output dan monitor status hidrasi pada pasien diare. Kriteria di bawah 20% yaitu interpretasi EKG ,pengkajian nyeri PQRST dalam waktu 1x24 jam berkurang atau hilang, melakukan inspeksi luka, bebas tanda infeksi, pasien paham perawatan luka di rumah, pengkajian turgor kulit, mempertahankan intake dan output, evaluasi turgor kulit, evaluasi balance cairan adekuat, intepretasi bebas infeksi dan hasil laborat, pengukuran skala nyeri pada pasien stroke non hemoragik, keluarga paham tentang mobilisasi, evaluasi tingkat kesadaran secara periodik, perawat mengkaji karakteristik sputum, pasien mampu mengeluarkan sputum dalam waktu 1x24 jam, perawat mengajarkan batuk efektif.

KESIMPULAN

Kriteria audit yang nilainya di bawah 80% masih banyak sehingga setiap Timja membuat POA untuk menindaklanjuti dan akan dilakukan re audit pada awal November 2013.